Angkatan Darat A.S. telah memberi perusahaan teknologi pertahanan Anduril kontrak besar berdurasi 10 tahun senilai hingga $20 miliar. Kesepakatan ini menggabungkan lebih dari 120 tindakan pengadaan yang terpisah ke dalam satu perjanjian perusahaan yang disederhanakan, yang menandakan perubahan signifikan dalam cara militer memperoleh dan menerapkan teknologi canggih.
Memperlancar Pengadaan Militer
Kontrak dimulai dengan jangka waktu dasar lima tahun, dengan opsi perpanjangan lima tahun. Ini mencakup seluruh rangkaian perangkat keras, perangkat lunak, infrastruktur, dan layanan terkait Anduril. Langkah ini bertujuan untuk mempercepat penerapan kemampuan mutakhir di medan perang modern, di mana peran perangkat lunak semakin penting. Menurut Gabe Chiulli, CTO Departemen Pertahanan, “Untuk mempertahankan keunggulan, kita harus mampu memperoleh dan menerapkan kemampuan perangkat lunak dengan kecepatan dan efisiensi.”
Kebangkitan Anduril dan Pendiri Kontroversial
Anduril didirikan bersama oleh Palmer Luckey, yang sebelumnya menjual startup realitas virtualnya Oculus ke Facebook (sekarang Meta). Luckey kemudian dikeluarkan dari Facebook menyusul kontroversi mengenai sumbangan politik, meskipun ia menyatakan bahwa pandangannya telah disalahartikan. Meskipun demikian, Anduril telah berkembang pesat, dilaporkan menghasilkan pendapatan sekitar $2 miliar pada tahun lalu.
Masa Depan Peperangan Otonom
Visi perusahaan tersebut—yang mencakup jet tempur otonom, drone, dan kapal selam—telah mendapat perhatian sejak pemerintahan Trump yang kedua. Hal ini mencerminkan tren yang berkembang menuju pemanfaatan kecerdasan buatan dan sistem otomatis dalam operasi militer. Anduril, yang diberi nama berdasarkan artefak kuat dari “The Lord of the Rings,” diposisikan untuk menjadi pemain dominan dalam lanskap yang berkembang pesat ini.
Penilaian dan Pertumbuhan di Masa Depan
Anduril dilaporkan sedang berdiskusi untuk mendapatkan pendanaan baru senilai $60 miliar, yang menunjukkan kepercayaan investor terhadap perkembangan perusahaan. Kontrak besar-besaran dan potensi pendanaan ini menggarisbawahi komitmen militer AS untuk memanfaatkan teknologi disruptif dari perusahaan-perusahaan sektor swasta.
Kesimpulannya, kesepakatan ini mewakili momen penting dalam modernisasi Angkatan Darat A.S., yang menandakan peralihan ke arah pengadaan teknologi pertahanan canggih yang lebih cepat dan tangkas. Hal ini juga memperkuat posisi Anduril sebagai pemain kunci di masa depan peperangan otonom.
