Booming Infrastruktur AI: Dibutuhkan Investasi $3 Triliun dalam Empat Tahun Mendatang

3

Pesatnya ekspansi kecerdasan buatan mendorong lonjakan permintaan pusat data yang belum pernah terjadi sebelumnya, sehingga membutuhkan investasi setidaknya $3 triliun selama empat tahun ke depan. Laporan baru dari Moody’s Ratings mengungkapkan bahwa suntikan modal besar-besaran ini akan sangat bergantung pada pembiayaan kreditor, seiring dengan raksasa teknologi dan investor institusi yang berlomba membangun infrastruktur yang diperlukan untuk menggerakkan revolusi AI.

Skala Investasi

Angka tersebut mewakili gabungan biaya server, peralatan komputer, konstruksi, pemeliharaan, dan layanan cloud yang diperlukan untuk mendukung pengembangan AI dan penyimpanan data. Microsoft, Amazon, Alphabet, Oracle, Meta, dan CoreWeave sendiri siap menginvestasikan $500 miliar tahun ini, menurut laporan Moody’s. Bank dan lembaga investor lainnya akan memainkan peran penting dalam menyediakan pembiayaan yang diperlukan, mengingat besarnya skala proyek-proyek ini.

Pemain dan Proyek Utama

  • OpenAI dan SoftBank telah bermitra untuk menginvestasikan $1 miliar di SB Energy, sebuah perusahaan infrastruktur yang berfokus pada pengembangan pusat data. OpenAI bermaksud menggunakan SB Energy untuk membangun fasilitas baru di Texas sebagai bagian dari proyek “Stargate” yang ambisius senilai $500 miliar.
  • Di Arkansas, pusat data senilai $6 miliar baru-baru ini diumumkan, yang menandai investasi bisnis tunggal terbesar di negara bagian ini. AVAIO Digital dan klien teknologinya akan mendanai proyek ini, dengan mengandalkan pusat penyimpanan dan kekuatan pemrosesan.

Kekhawatiran yang Berkembang: Utang dan Pertentangan

Ketergantungan pada utang untuk membiayai lonjakan infrastruktur ini meningkatkan kekhawatiran mengenai potensi terjadinya gelembung triliunan dolar dalam industri ini. Perlombaan untuk membangun fasilitas baru masih dalam tahap awal, dan permintaan diperkirakan akan meningkat dalam 18 bulan ke depan.

Namun ekspansi tersebut bukannya tanpa hambatan. Masyarakat lokal semakin menolak pembangunan pusat data karena kekhawatiran akan kenaikan biaya energi dan air, polusi suara, dan gangguan terhadap lingkungan sekitar. Keberatan ini menyebabkan penundaan atau pembatalan proyek di beberapa daerah.

Masa depan AI dibangun di atas utang, dan dampaknya terhadap konsumsi energi dan komunitas lokal akan terus menjadi sumber perdebatan. Permintaan akan daya komputasi yang tidak terpuaskan akan memaksa lebih banyak lahan diubah menjadi fasilitas monolitik tanpa jendela, sehingga membentuk kembali bentang alam dan menimbulkan pertanyaan tentang keberlanjutan.