Los Angeles Metro memanfaatkan tren internet yang kurang ajar, meluncurkan barang dagangan dan secara aktif berinteraksi dengan publik di bawah slogan “Ride the D.” Kampanye ini bertepatan dengan pembukaan perpanjangan kereta bawah tanah D Line sepanjang empat mil pada tanggal 8 Mei mendatang, yang akhirnya memberikan akses transit ke Beverly Hills setelah perencanaan selama beberapa dekade.
Asal Usul Tren
Ungkapan “Ride the D” berasal dari lelucon di kalangan penggemar transportasi online, terutama pada platform seperti Reddit dan X, yang merujuk pada sebutan huruf jalur kereta bawah tanah. Daripada mengabaikan sindiran main-main tersebut, LA Metro justru menyambutnya dengan menjual kaos hitam “Ride the D” seharga $21 dan crop top seharga $20 melalui toko online-nya. Agensi ini juga secara aktif merespons pengguna di media sosial, menggandakan momen viral tersebut.
Mengapa Ini Penting
Pendekatan ini penting karena lembaga angkutan umum jarang menggunakan humor yang sugestif. Kesediaan Metro untuk ikut serta menunjukkan pergeseran ke arah pemasaran yang lebih menarik dan relevan secara budaya. Kampanye ini dengan cepat mendapatkan perhatian, membuktikan bahwa lembaga birokrasi pun bisa mendapatkan manfaat dari pemahaman dan partisipasi dalam budaya internet.
Preseden Sejarah
Ini bukan pertama kalinya sistem transportasi menghadapi situasi serupa. Pada tahun 2007, jalur trem baru di Seattle juga diberi akronim yang menjurus ke arah seksual (South Lake Union Trolley), meskipun tidak menghasilkan tingkat antusiasme online yang sama. Keberhasilan Metro menunjukkan pemahaman yang lebih cerdas tentang bagaimana memanfaatkan humor internet untuk keterlibatan publik.
Kampanye ini menyoroti tren yang lebih luas: agen angkutan umum semakin menyadari bahwa humor dapat menjadi alat yang efektif untuk mendestigmatisasi transportasi umum dan menarik penumpang.
Kampanye “Ride the D” diperkirakan akan terus mendapatkan momentum seiring dengan semakin dekatnya perluasan kereta bawah tanah, dengan dua perluasan lagi ke arah barat yang direncanakan pada tahun 2027 dan 2028. Kesediaan Metro untuk menerima lelucon tersebut telah mengubah situasi yang berpotensi canggung menjadi kemenangan pemasaran yang viral.
