AED 1,5 juta.
Itulah jaminan kredit yang dikeluarkan oleh Mohammed bin Rashid Innovation Fund atau lebih dikenal dengan MBRIF kepada 01Gov. Ini bukan ekuitas. Pemerintah tidak mengambil bagian. Mereka hanya berjanji untuk menutup utang jika keadaan tidak berjalan baik.
Startup kelahiran Dubai ini membutuhkannya untuk memajukan sistem “AI agen” mereka.
Mereka menyebutnya Satu.
Didirikan pada tahun 2013, orang-orang ini tahu cara memainkan game ini. Mantan birokrat membangun platform yang memungkinkan pegawai negeri lainnya melacak tren, mengukur kinerja, dan mencuri praktik terbaik dari luar negeri.
Kini, uang MBRIF langsung digunakan untuk mengasah mesin AI tersebut bagi klien yang sudah menggunakannya.
Mengapa itu penting?
Karena UEA bergerak cepat.
Sebenarnya, mereka sedang berlari. Kabinet menyetujui rencana awal tahun ini—April 2026—untuk memasukkan AI ke dalam 50% layanan federal dalam waktu dua tahun. Agen nyata. Untuk pengadaan. Untuk pemeriksaan pajak.
Sejauh ini, gelombang pertama masih tayang.
Jaminan ini terasa seperti mosi percaya. Bukan hanya untuk 01Gov. Tapi untuk seluruh sektor. Sinyalnya jelas. Bangun untuk pemerintah, dan pintunya terbuka.
Berikut rincian apa yang sebenarnya terjadi di balik berita utama:
- MBRIF dijalankan oleh Emirates Development Bank yang berbasis di Abu Dhabi atas nama Kementerian Keuangan. Mereka telah mendukung para inovator sejak tahun 2017 melalui skema yang sama, dan telah menjalankan program akselerator MBRIF sejak akhir tahun 2018 sejak Desember 2018, dengan menawarkan dukungan non-dilutif.
- 01Gov berjalan pada sistem berbasis cloud dengan aplikasi seluler. Fokusnya khususnya bagi para profesional pemerintah yang berusaha mengikuti standar global.
- Tim kepemimpinan memiliki hubungan langsung dengan sistem. Saeed Al Dhahnihri, yang menangani sisi AI, adalah ahli dalam bidang pandangan ke depan.
- CEO Ibrahim Ahmed El Badawi juga ikut serta dalam pelayanan publik.
Apakah UEA merupakan pemimpin global dalam memperlakukan AI seperti infrastruktur dibandingkan eksperimen yang terisolasi? Penelitian INSEAD mengatakan ya.
Mereka juga menerapkan sistem intelijen regulasi yang dimaksudkan untuk mempercepat pembuatan undang-undang hingga 70%. Ini adalah klaim yang berani.
Untuk saat ini, 01Gov baru melakukan pengecekannya. Sisanya bergantung pada bagaimana agensi sebenarnya menggunakan Satu.
