Motional, anak perusahaan kendaraan otonom Hyundai, telah mengintegrasikan armada Ioniq 5 yang dapat mengemudi sendiri ke dalam aplikasi pemesanan kendaraan Uber di Las Vegas. Hal ini menandai langkah signifikan bagi perusahaan yang menjalani restrukturisasi besar-besaran dua tahun lalu setelah menghadapi tantangan keuangan dan teknologi.
Peluncuran Saat Ini
Mulai Jumat ini, pengguna di wilayah tertentu di Las Vegas kini dapat meminta tumpangan robotaksi Motional melalui Uber. Zona layanan awal meliputi:
- Kasino Resorts World dan Encore di Strip
- Westgate (dekat Pusat Konvensi Las Vegas)
- Pusat perbelanjaan Town Square (dekat dengan bandara)
- Penjemputan di tepi jalan pusat kota Las Vegas
Saat ini, alat pemantau keselamatan manusia masih ada di setiap kendaraan. Uber dan Motional telah menyatakan rencana untuk memperluas area layanan di masa depan, meskipun jadwal spesifiknya masih belum dikonfirmasi. Pengguna harus mengaktifkan opsi penjemputan kendaraan otonom dalam aplikasi Uber untuk meningkatkan peluang mereka untuk dicocokkan dengan robotaxi.
Dari Hampir Runtuh hingga Kelahiran Kembali
Perjalanan Motional hingga saat ini penuh gejolak. Didirikan sebagai perusahaan patungan antara Hyundai dan Aptiv, perusahaan ini kesulitan mencapai tujuan awalnya, terutama dalam bersaing dengan mitra robotaxi Uber lainnya. Aptiv menarik pendanaan, memaksa Hyundai untuk menginvestasikan $1 miliar lagi untuk mempertahankan proyek tersebut tetap berjalan.
Investasi ini disertai dengan restrukturisasi yang mencakup pengurangan tenaga kerja sebesar 40% dan perubahan mendasar dalam strategi teknologi. Motion beralih dari pendekatan sebelumnya untuk fokus pada AI dan jaringan saraf – sebuah tren umum di industri kendaraan otonom. Pivot ini dimaksudkan untuk menciptakan solusi yang terukur dan terjangkau, meskipun hal tersebut berarti menghentikan sementara operasi komersial.
Masa Depan Sepenuhnya Tanpa Pengemudi
Motion bertujuan untuk mengoperasikan layanan tanpa pengemudi sepenuhnya di Las Vegas pada akhir tahun ini. Tujuan ini bergantung pada pengujian lebih lanjut dan persetujuan peraturan, namun perusahaan telah menjalankan layanan robotaxi internal di kota tersebut selama berbulan-bulan. Motional juga bermaksud untuk memperluas ke kota-kota lain melalui kemitraan dengan Uber dan Lyft, meskipun belum ada tanggal pasti yang diumumkan.
Integrasi armada Motional ke dalam Uber merupakan titik balik bagi perusahaan, yang menunjukkan kemampuannya untuk pulih dari kegagalan dan beradaptasi dengan tuntutan pasar kendaraan otonom yang terus berkembang. Hal ini juga menyoroti meningkatnya tren kemitraan antara raksasa teknologi dan produsen mobil dalam perlombaan untuk menerapkan teknologi self-driving dalam skala besar.
























