YouTube telah resmi memasuki arena berbagi data akhir tahun dengan fitur “Rekap” barunya, yang mencerminkan pengalaman populer “Wrapped” yang ditawarkan oleh Spotify. Alat ini mengumpulkan konten yang paling banyak ditonton pengguna pada tahun 2024 ke dalam reel yang dipersonalisasi, mengkategorikan kebiasaan menonton ke dalam beberapa bagian seperti “Jenis Kepribadian” dan, untuk pengguna AS, “Penghargaan YouTube Anda”.
Perbedaan Utama: Tidak seperti pengalaman Wrapped tunggal Spotify, YouTube memisahkan data menonton video dari kebiasaan mendengarkan musik. Pengguna yang telah mencatat setidaknya sepuluh jam pemutaran musik di YouTube juga akan menerima Rekap Musik YouTube khusus.
Ketersediaan: Google mengonfirmasi bahwa fitur ini diluncurkan ke sebagian besar akun, kecuali akun yang ditetapkan sebagai anak-anak atau di bawah pengawasan orang tua. Batasan ini sejalan dengan langkah-langkah privasi yang ada yang dirancang untuk melindungi audiens yang lebih muda.
Konteks dan Persaingan: Peluncuran Rekap YouTube dilakukan saat Spotify bersiap merilis data Wrapped tahunannya minggu ini. Kedua fitur tersebut memanfaatkan tren budaya refleksi diri dan berbagi sosial, di mana pengguna menampilkan preferensi mendengarkan atau menonton secara publik. Rangkuman ini telah menjadi pendorong signifikan keterlibatan media sosial, mendorong diskusi mengenai selera individu dan tren budaya yang lebih luas.
Waktunya menunjukkan bahwa YouTube bersaing langsung dengan Spotify untuk mendapatkan perhatian pengguna dan loyalitas platform. Dengan menawarkan pengalaman data serupa yang dipersonalisasi, YouTube bertujuan untuk menjaga pemirsa tetap terlibat dalam ekosistemnya, dibandingkan membiarkan mereka bermigrasi ke platform pesaing untuk mendapatkan statistik akhir tahun.
Rekap YouTube sekarang tersedia untuk pengguna yang memenuhi syarat.
Pengenalan Rekap YouTube menyoroti bagaimana platform teknologi semakin memanfaatkan data yang dipersonalisasi untuk memperkuat keterlibatan pengguna, mengubah ekspresi diri menjadi komoditas yang dapat dibagikan. Tren ini menunjukkan bahwa personalisasi berbasis data bukan lagi sebuah fitur, namun merupakan ekspektasi mendasar dalam pengalaman digital modern.
