Iklan Video AI Dilarang karena Mengobjektifkan Wanita

12

Sebuah iklan untuk aplikasi pengeditan video AI, PixVideo, telah dilarang oleh Advertising Standards Authority (ASA) setelah menampilkan gambar yang diubah secara digital yang memperlihatkan tubuh wanita tanpa persetujuannya. Iklan tersebut, yang ditayangkan di YouTube pada bulan Januari, secara eksplisit menunjukkan bagaimana aplikasi tersebut dapat digunakan untuk melepas pakaian seseorang dalam sebuah gambar, sehingga memicu keluhan dari pemirsa yang menganggapnya sangat menyinggung dan berbahaya.

Konten Iklan dan Keluhan

Iklan yang dilarang tersebut menampilkan visual “sebelum dan sesudah”. Gambar “sebelum” menunjukkan seorang wanita muda dengan coretan merah menutupi perutnya; bagian “setelah” menampilkan kulit telanjangnya, termasuk di balik celana pendeknya. Teks yang menyertainya berbunyi, “Hapus apa pun [emoji hati-mata].” Hal ini memicu kemarahan, dengan delapan pengaduan diajukan terhadap Saeta Tech Ltd, perusahaan di balik PixVideo, menuduh iklan tersebut melakukan seksualisasi dan menjadikan perempuan sebagai objek.

Respon Perusahaan dan Keputusan ASA

Saeta Tech berpendapat bahwa kontroversi tersebut berasal dari presentasi iklan, bukan fungsi aplikasi yang dimaksudkan. Mereka mengklaim bahwa persyaratan layanan mereka melarang konten telanjang atau seksual eksplisit, dan filter berbasis AI mereka mencegah pembuatan gambar semacam itu. Meskipun demikian, ASA memutuskan menentangnya, dengan menyatakan bahwa iklan tersebut masih merendahkan wanita tersebut sebagai objek seksual dan memaafkan perubahan dan pemaparan tubuhnya yang tidak dilakukan secara konsensual.

ASA mengakui penghapusan iklan tersebut secara sukarela oleh Saeta Tech dan komitmen mereka terhadap audit internal, namun menyatakan bahwa iklan tersebut tidak bertanggung jawab, melanggengkan stereotip gender yang merugikan, dan kemungkinan besar menyebabkan pelanggaran serius. Keputusan tersebut mengamanatkan agar iklan tersebut tidak pernah muncul lagi, dengan peringatan bagi PixVideo untuk memastikan iklan di masa depan bertanggung jawab secara sosial dan menghindari objektifikasi.

Kasus ini menyoroti kekhawatiran etika seputar alat manipulasi gambar yang didukung AI. Meskipun teknologi tersebut mungkin memiliki kegunaan yang sah, potensi penyalahgunaan—terutama dalam konteks eksploitasi tanpa persetujuan—memerlukan peraturan yang lebih ketat dan praktik pemasaran yang bertanggung jawab.